Upin & Ipin

ipin

Upin & Ipin merupakan serial animasi televisi dari Malaysia yang bercerita tentang kehidupan dua anak kembar yatim piatu berusia 5 tahun yang tinggal bersama kakak perempuan bernama Kak Ros serta nenek mereka di suatu kampung bernama Kampung Durian Runtuh. Berawal dari sebuah proyek sampingan bagi anak-anak untuk lebih mengenal dan menghayati bulan suci Ramadhan serta hari raya Idul Fitri pada tahun 2007, Upin & Ipin saat ini sukses menjadi salah satu acara televisi anak-anak favorit, tidak hanya di Indonesia tapi juga mancanegara, dan berhasil meraih berbagai penghargaan di bidang perfilman baik di tingkat nasional ataupun internasional. Kesuksesan Upin & Ipin dalam menarik minat anak-anak serta orang tua tidak lepas dari banyaknya pesan moral yang ditampilkan, tokoh-tokoh yang menarik dan lucu dengan cerita yang sederhana, mudah dimengerti, dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Cerita dalam Upin & Ipin mudah dimengerti karena menceritakan kehidupan sehari-hari si kembar dan interaksi mereka dengan keluarga di rumah serta teman-teman di sekolah dan warga kampung, yang diselipi humor yang ringan dan tidak berlebihan. Masalah yang ditonjolkan merupakan masalah yang biasa dihadapi oleh anak sehari-hari, seperti kekalahan dalam bermain, kebosanan di rumah, atau konflik antarteman. Cerita yang disajikan juga cocok untuk remaja dan orang tua, karena banyak memaparkan interaksi orang tua dengan anak-anak, sehingga para orang tua pun juga bisa terhibur saat menonton. Pesan moral berhasil disampaikan tanpa menimbulkan kesan “berat”.

Upin & Ipin ditayangkan dalam bahasa Melayu dan bahasa Inggris. Walaupun bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia, secara umum kosakata yang digunakan sederhana serta tidak mengandung unsur kekerasan. Tokoh-tokoh dalam Upin & Ipin terkadang mengucapkan kalimat jargon yang unik, lucu, dan mudah diingat dalam merespons suatu keadaan, yang secara tidak langsung memperkaya kosa kata si anak yang menonton.

Upin & Ipin banyak menonjolkan nilai-nilai moralitas seperti kesopanan, kesantunan, dan rasa hormat dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti kepada teman sebaya, saudara, guru, atau orang tua. Anak diajarkan tentang kebiasaan yang baik seperti bersabar, ikhlas, serta hidup sederhana dalam menghadapi masalah sehari-hari. Selain itu, acara ini juga menampilkan tokoh-tokoh yang berasal dari suku, warna kulit, adat, serta agama yang berbeda sehingga anak juga diajarkan untuk dapat bertoleransi dan hidup rukun walaupun memiliki latar belakang yang berbeda.

Screen-Shot-2014-04-28-at-11.07.03-AM-587x305

Perhatian:

Batasi waktu anak dalam menonton atau bermain game maksimal 1 sampai 2 jam sehari dengan tayangan atau game yang berkualitas.

Wewanti:

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak memiliki kerja sama dalam bentuk apapun dengan pihak pengembang tayangan / game yang bersangkutan.

 

Image courtesy of: www.timeout.com

Penulis: Fadhli Aulia Mughni

Editor: Amanda Soebadi